Saturday, March 7, 2020

Makalah Masyarakat Madani


PEMBAHASAN

A.  Pengertian Masyarakat Madani
Kata “Madani” berasal dari bahasa arab yang artinya civil atau civilized (beradab). Tammadun berarti civilization peradaban. Istilah masyarakat madani adalah terjemah dari civil society atau civilized society (dalam kamus civil juga bisa berarti civilized)[1]
Masyarakat madani sering juga disebut sebgai masyarakat yang moderat, namun lebih mengedapankan cara berpikir yang rasional dan terkesan menolak hal-hal yang belum pernah dilihat dan dipercayainya. Tetapi masyarakat seperti ini sangat cocok jika diterapkan di Negara-negara maju. Karena kebanyakan Negara yang maju baik dilihat dari segi infrastruktur, ekonomi, politik dan budaya sangat mengdepankan pikiran dan akal unutuk menghadapi perkembangan teknologi yang berkembang semakin pesat di masa sekarang.
Didalam struktur masyarakat madani terdapat berbagai macam golongan masyarakat yang berdasar pada keikutsertaannnya dalam kemajuan Negara yang ditinggalinya dan dijadikan tempat domisilinya. Ad yang berperan setengah, da nada yang berperan aktif dalam memjuakan negaranya melalui berbagai cara yang dilakukan sebagai upaya berpartisipasi mengabdi pada negaranya.

B.  Masa civil society di Indonesia
Tranformasi Sosial dan kultural civil society di Indonesia mendatangkan tatanan dan tantangan baru bagi suatu masyarakan yang berfalsafahhidup bhineka tunggal ika. Gejala ini tersingkap dari fenomena paradoksal antara kemajemukan dan kesatuan dalam hidup bermasyarakat. Kecenderungan beberapa pihak untuk menonjolkan keseragaman dan memperkosa keunikan dalam kemajemukan, terasa dalam era formasi bansa. Akibatnya fundamental option untuk mengakui dan menhargai perbedaan atau kemajemukan dalam civil society mengalami krisis besar yang tak terbayangkan sebelumnya.
Rentelan krisis sosial sebagai buah tak langsung dari sistem penjajahan semu orde baru menunjukkan, civil society kita sedang dilanda perebutan kuasa dalam hampir semua sektor hidup. Masyarakat lokal dari berbagai daerah merasa, sudah tiba saatnya mengalami alih kekuasaan mereka yang selama ini memperpnjang tangga mereka para orba yang merugikan massyarakat lokal. Bukan sedikit kekayaan alam yang di borong di luar daerah pemilik tambang. Distinksi antara putra daerah dan non putra daerah semakin jelas dalam ajang pemilihan pemimpin daerah setelah orba jatuh secara formal (1998) dikumandangkan dalil berbagai kekuasaan secara adil dan seimbang dikalangan etnis lokal supaya putra daerah yang selama ini tersingkir dari ajang pemerintahan mulai bangkit dan menggambil bagian aktf dalam sistem pemerintahan unsur konflik etnis ikut dipertimbangkan.
Gejala sosial yang paling mencorok dan mengyayat hati dalam civil society kita adalah tidakadilan sosial masyarakat kita.[2] Ketidak adilan menimbulkan suatu tatanan sosial yang serba merugikan perbaikan civil society sebab dalam hidup sosial ini benar-benar dihianati dan dipermainkan penguasa. Gejala sosial yang memperihatinkan ini sebenarnya sudah ada pada masa Orba. Akibatnya jurang pemisah antara yang kaya dan yang miskin, antara yang pintar dan yang bodoh, antara penguasa dan rakyat jelata, dan antara pelaksanaan hukum dan prekan amat jelas dalam hidup bermasyarakat.
Defanco ketidakadilan sosial ini telah menimbulkan tragedi perebutan kekuasaan antarelite politik atau antarelite kelompok sisial dalam masyarakat belakangan ini, karena penguasa politik dalam masyarakat akan lebih dihormati akan lebih mudah meraup duit karena ada setumpuk dana taktis pada ala orba.

Nilai-nilai dasar lain dalam hidup sosial terjepit karena keadilan sosial tidak sunguh-sungguh ditegakan pemerintahan. Masyarakat tidak bisa menikmati keadilan sosial itu. Yang berkuasa yang berduit tebal, yang cerdik dan yang pintar bermain terlibat aktif dalam perebutan kekuasaan.[3]
Beberapa etika penegak hukum antara lain:
1.    Sebagian masyarakat kita sedang mengalami masa reformasi sebagai eforia.
2.    Berlatar belakang mentalitas orba, ternyata masa eforia ini memanjangkan masyarakat kita.
3.    Warga masyarakat mulai kehilangan peran dan fungsi sosial yang semestinya.
Relativan masa depan civil society tergantung banyak pribadi manusia di Indonesia yang lebih beradab lebih brmoral dan menjunjung tinggi ketentuan hukum positif. Tanpa kerjasama yang sungguh-sungguh untuk memberantas firus KKN dan menciptakan lingkungan yang lebih baik dan bersih, maka civil society kita akan sulit menghindari berbagai konflik dalam perebutan kekuasaan yang sedang terjadi.

C.  Keterkaitan antara Masyarakat Madani dan Investasi Demokrasi
Sekalipun semangat yang utuh dari masyarakat madani, namun tidak berarti bahwa cahaya hikmah dan pancarkannya kemudian padam sama sekali. Konsep-konsep negara modern saat ini jika kita telusuri sejarahnya dengan jujur dan objektif banyak sekali yang berasal warisan masyarakat madani ajaran Nabi.
Tantangan demokrasi antara lain:
Tantangan masa depan demokrasi di negara kita ialah bagaimana mendorong berlangsungnya proses-proses yang diperlukan untuk mewujudkan nilai-nilai madani. Dengan kata lain, tantangannya ialah bagaimana mengupayakan agar jiwa dan semangat madani benar-benar menjadi pandangan hidup ( way of life) Dalam kehidupan sehari-hari dengan mengutip sumber-sumber kontemporer beberapa buktah penting pandangan hidup demokrasi yaitu:[4]   
1.    Pentingnya kesadaran dan kemajemukan atau pluralisme.
2.    Dalam peristilahan politik degara kita dikenal dalam istilah “musyawarah”.
3.    Tantangan nyata bagi kita sebagai bangsa Indonesia yaitu bahwa selama kita merdeka sekitar setengah abad ini kita belum pernah hidup selain dibawah pimpinan bapak bangsa ( dulu Bung karno, dan baru saja kita lepas dari pak Harto).
4.    Ungkapan “tujuan menghalalkan cara mengisaratkan suatu kutuka kepada orang yang berusaha meraih tujuannya dengan cara-cara yang tidak peduli kepada pertimbangan moral.
5.    Permufakatan yang jujur dan sehat adalah hasil akhir musyawarah yang juga jujur dan sehat.
6.    Dari sekan banyak unsur kehidupan bersama yang baik ialah terpenuhinya keperluan pokok, yaitu pangan, sandang, dan papan.
7.    Kerjasama dan sikap antar warga masyarakat yang saling mempercayai iktikad  baik  masing-masing  kenudian  jalin  dukung-mendukung  secara fungsional antara berbagai unsur kelembagaan masyarakat yang ada merupakan segi penunjang efisiensi untuk demokrasi.

8.    Dalam percakapan sehari-hari kita bisa bicara tentang pentingnya pendidikan demokrasi.

9.    Demokrasi bukanlah sesuatu yang akan terwujud bagaikan jatuh dari langit, namun menyatu dengan pengalaman nyata dan eksperimentasi kita sehari-hari yang boleh jadi melibatkan proses-proses itu kita akan tumbuh bersama menjadi lebih dewasa.

Demikian itu kurang lebih pokok-pokok pandangan hidup demokratif. dari itu dapat dipahami bahwa demokrasipun bukan semata-mata masalah prosedual, tetapi masalah prinsipil, karena merupakan suatu pandangan hidup bangsa.

D.  Masyarakat Madani sebagai Kritik dan Syarat Demokrasi
Istilah masyarakat madani sebenarnya hanya salah-satu diantara beberapa istilah lain yang seringkali digunakan orang dalam pennerjemahan ke dalam bahasa Indonesia, padaan kata civil society. Disamping masyarakat madani padaan kata lainnya yang sering digunakan adalah masyarakat warga negara atau masyarakat kewarganegaraan, masyarakat sipil, masyarakat beradab atau masyarakat berbudaya.

Pemaknaan lain masih menurut Nurcholish madjid, kata “madani” dalam bahasa arab dapat juga diterjemahkan sebagai kota. Dengan demikian masyarakat madani berarti masyarakat kota.[5]

Prasyarat Demokrasi:
Berbagai perkembangan yang berlangsung di belahan dunia dewasa ini, termasuk di Indonesia tak pelak telah menunjukkan bahwa di mana-mana orang mulai menyadari pentingnya keterbukaan politik. Gagasan masyarakat madani dapat dikatakan merupakan reaksi bagi kecendurungan berbagai analisis politik di Indonesia. Pendekatan negara yang banyak berkembang terutama dalam melihat realitas kepolitikan Orde Baru. Pendekatan ini boleh dikatakan bahkan cukup mendominasi berbabai diskursus politik yang ada sepanjang lebih dari 3 dekade terkhir dalam konteks ini, menurut pendekatan konsep negara tersebut eksistensi negara digambarkan sebagai faktor determinal dan dianggap paling menentukan proses politik yang berjalan selama Orde Baru.
Pendekatan negara, meskipun diakui menjelaskan realitas politik Indonesia tetapi disisi lain memiliki sejumlah kelemahan yaitu :

1.    Ia terlalu menekankan peranan negara seolah-olah sebagai aktor yang paling menentukan dalam kehidupan berpolitik.

2.    Cenderung memproduksi proses politik dengan melihatnya semata sebagai proses kelembagaan yang bersifat formal regalistis.

3.    Terkesan lebih melihat fenomena politik sebagai realitas pergulatan kepentingan dikalangan elit dalam upaya mempengaruhi merebut atau mempertahankan kekuasaan di tingkat negara.

4.    Lebih meletakan perhatian pada artikulasi dan aktivitas kelembagaan

negara, maka perhatian terhadap dinamika yang terjadi di level masyarakat, diluar negara seringkali amat diabaikan.







[1] Isamil SM dan Abdul Mukti, pendidikan Islam: Demokratisasi dan Masyarakat Madani (Semarang: Pustaka Pelajar, 2000), hal. 86.
[2] Abdul Razak, Buku  Suplemen Pendidikan Kewarganegaraan: Civid Education ( Jakarta: Premada Media, 2004), hal. 201.
[3] Ibid.
[4] Ibid, hal 204
[5] Adi Suryadi Culla, Masyarakat Madani (Jakarta: Fajar Interpratama, 1999), hal. 6.

No comments:

Post a Comment

  Kisi-Kisi Sosiologi Kelas 10 1.      Siswa mengetahui pengertian sosiologi dari para ahli 2.      Siswa mengetahui sifat-sifat sosiolo...