Saturday, March 7, 2020

Makalah Isim Sifat Musyabbahah


PEMBAHASAN

A.    Isim Fa’il
اسمُ الفاعلِ هو صفةٌ تؤخذ من الفعل المعلوم, لتدلَّ علي معني وقع من الموصوف بها أو قام به علي وجه الحدوث لا الثّبوت ككاتبٍ و مجتهدٍ[1]
Isim fa’il adalah sifat yang diambil dari fi’il ma’lum, untuk menunjukan sebuah ma’na atau sifat yang melekat pada mausuf dengan cara yang baru datang (tidak selalu melekat). seperti lafazh  كاتبٌ و كجتهدٌ
Wazan-wazan isim fa’il :
             1. Isim fa’il untuk fi’il tsulatsi mujarrod adalah dengan mengikuti wazan فَاعِل . Contoh :
               fi’il                                          isim fi’il
               نَصَرَ                                         نَاصِرٌ
                عَلِمَ                                           عَالِمٌ
2. Isim fa’il untuk fi’il-fi’il yang lebih dari tiga huruf/ selain tsulatsi mujarrod dengan mengikuti qaidah : “mendatangkan huruf mim yang berharakat dhommah dan membaca kasroh huruf sebelum akhir  dan bila terdapat huruf hamzah diawal wazannya, huruf  hamzahnya dibuang terlebih dahulu. Contoh :
fi’il                                         
                                           دَ حْرَجَ
اِسْتَجَابَ
 isim fi’il
مُدَحْرٍجٌ
مُسْتَجِيْبٌ



B.     Isim Maf’ul
اِسْمٌ المَفْعُوْلِ هُوَ مَا دَلَّ عَلَي مَا وَقَعَ عَلَيْهِ الفِعْلُ[2]
Yaitu kalimah yang menunjukan arti orang/perkara yang terkena pekerjaan.
Contoh:  مَكْسُورٌ   perkara yang dipecah

Wazan-wazan isim maf’ul
1. Isim maf’ul untuk fi’il tsulatsi mujarrod adalah dengan mengikuti wazanمَفْعُوْلٌ . Contoh :
fi’il                                          isim maf’ul
فَتَحْتُ البَابَ                                  فَالبَابُ مَفْتُوحٌ
شَرِبْتُ اللَّبَنَ                                 فَاللبَنُ مَشْرُوبٌ
2. Isim maf’ul untuk fi’il yang lebih dari tiga huruf/ selain tsulatsi mujarrod dengan    mengikuti kaidah : “mendatangkan huruf mim yang berharakat dhommah dan membaca fathah huruf sebelum akhir” dan bila terdapat huruf hamzah diawal wazannya, huruf hamzahnya dibuang terlebih dahulu. Contoh :
fi’il                                          isim maf’ul
عَاقَبْتُ المُذْنِبَ                              فالمُذْنِبُ مُعَاقَبٌ
أَكْرَمْتُ الضَّيْف                                         فالضيْفُ مُكْرَمٌ
C.    Sifat Musyabbahah
1.      Pengertian
هي صفة تصاغ من الفعل اللازم للدلالة علي معني قائم بالموصوف بها علي وجه الثبوت.[3]
Sifat Musyabihah adalah sifat yang terbentuk dari fi’il lazim untuk menujukan ma’na sifat yang melekat pada mausuf (perkara yang disifati) dengan wajah subut ( tetap pada semua waktu).
2.      Wazan-wazan sifat musyabbahah :
No
Wazan
Syarat
Contoh
Arti
1
فَعِلٌ
Fi’il yang madlinya mengikuti wazan   فَعِلَ yang lazim
فَرِحَ – فَرِحٌ
حَزِنَ – حَزِنٌ
-Yang gembira
-Yang susah
2
افعلُ- فعْلاءٌ
Dari fi’il yang bermakna warna ,keadaan yang tampak pada fisik
اَبْيَضٌ
بَيْضَاءٌ

اَعْمَي
عَمْيَاءٌ
-Yang putih
-Perempuan yang putih
-Yang buta
-Wanita yang buta
3
فَعْلاَنٌ- فَعْلي
Dari fi’il yang bermakna penuh, kosong, atau panas batin
شَبْعَانُ
شَبْعي
جَوعَانُ
جَوعَي
لَهْفَانُ
لَهْفَي
-Yang kenyang
-Wanita kenyang
-Yang lapar
-Wanita lapar
-Yang mengeluh
-Wanita mengeluh
4
فَعِيْلٌ – فَعِيْلَة
Dari fi’il yang madli dari wazan فَعُلَ  dan sedikit sekali yang dari فَعِلَ يَفْعَلُ
جَمُلَ جَمِيْلٌ
جَمِيْلَةٌ
-Yang cantik
-Yang cantik
5
فَعْلٌ
فَعُلdari madli
ضحْمٌ
-Yang gemuk
6
فَعَلُ
-
حسنٌ
-Yang tampan
7
فَعَا لُ
-
جبانٌ
-penakut





D.    Perbedaan Sifat Musyabbahah (Isim Sifat) dan Isim Fa'il
1.      Isim sifat musyabihat menunjukan sifat yang menetap pada seseorang dan selalu melekat, seperti حسنٌ (orang yang tampan). Sedangkan isim fa’il itu menunjukan sifat yang menetap pada seseorang / dzat tapi tidak selalu melekat, seperti قائم  (orang yang berdiri).
2.      Isim sifat musyabihat pada qiyasnya tercetak dari fi’il lazim seperti
Seperti: lafadz حسنٌ dari fi’il madli حسنَ
              lafadz شَجاعةٌ  dari fi’il madli شجُع
Dan tidak bisa dicetak dari fi’il muta’addi kecuali sima’i
Seperti: lafadz رَحِيْمٌ dari fi’il madli رَحِمَ
             lafadz عَلِيْمٌ dari fi’il madlعَلِمَ 
sedang isim fa’il itu secara qiyasi dapat dicetak dari fi’il muta’adi dan dari fi’il lazim seperti: lafadz قائم dari fi’il madli    قام (lazim)            
             lafadz ضارب dari fi’il madli   ضرب    (muta’adi)
3.      Isim Sifat musyabbahah wazannya tidak mengikuti wazannya fi’il  mudlore’ (dalam segi dan hidupnya huruf),sedangkan wazannya isim fa’il itu mengikuti wazannya fi’il mudlore’ seperti lafadzقائم  itu dalam segi mati dan hidupnya huruf sama dengan lafadz . يَقُوْم
4.      Isim Sifat musyabbahah  diperbolehkan diidhofahkan pada fa’ilnya, bahkan hal ini hukumnya yang terbaik.
Seperti: lafadz  حسنُ الخلُقِ(akhlaqnya baik) boleh diucapkan حَسَنٌ الخُلُقُ
Sedangkan isim fa’il hukumnya tidak boleh diidhofahkan pada fa’ilnya.
Seperti: lafadz قائمٌ ابُوهُ (yang berdiri ayahnya) tidak boleh diucapkan قائمُ ابوهُ                        


[1]  Syekh Musthofa Al-Gholayyiny, Jami’ Ad-Durus Al-Arobiyyah ( Bairut: Al-Maktabah Al- ashriyah, 2003) hlm. 132
[2] M. Sholihuddin shofwan, Al-Qowa’id Ash-shorofiyyah ( Jombang: Darul Hikmah, 2000) hlm.9
[3] Ridho Ali, Al-Marja’ Al-Lughoh Al- Arobiyyah ( Bairut: Dir Al-Fihr,1997) hlm.97

No comments:

Post a Comment

  Kisi-Kisi Sosiologi Kelas 10 1.      Siswa mengetahui pengertian sosiologi dari para ahli 2.      Siswa mengetahui sifat-sifat sosiolo...