Saturday, March 7, 2020

Makalah Kewirausahaan



atPEMBAHASAN
A.      PENGERTIAN KEWIRAUSAHAAN
Kata wirausaha berasal dari bahasa Perancis yaitu entrepreneur, yang dalam bahasa Inggris menjadi between taker atau go-between (perantara). Sebagaimana diungkapkan Joseph Schumper yang dikutip Bygrave (1994): Entrepreneur as the person who destroys the exiting economic order by introducing new products and services, by creating new forms of organization, or by exploiting new raw material. Maksudnya wirausaha adalah orang yang mendobrak system ekonomi yang ada dengan memperkenalkan barang dan jasa yang baru, dengan menciptakan bentuk organisasi baru atau mengolah bahan baku baru. Pengertian wirausaha menekankan pada setiap orang yang memulai sesuatu bisnis yang baru, sedangkan prosesnya meliputi semua kegiatan fungsi dan tindakan untuk mengejar dan memanfaatkan peluang dengan menciptakan suatu kelompok atau organisasi.[1]
Menurut Robert D.Hisrich, kewirausahaan adalah proses kreatif untuk menciptakan sesuatu yang bernilai lebih tinggi dengan mengoptimalkan segala daya upaya, seperti  mencurahkan waktu, dana, psikologis, dan penerimaan penghargaan atas kepuasan seseorang.  Istilah kewirausahaan saat ini terus berkembang seiring dengan perkembangan ekonomi dan makin luasnya bidang garapan. Para pembuat teori ekonomi dan para penulis masa lalu telah menyepakati bahwa seorang wirausahawan adalah mereka yang memulai sebuah usaha baru yang berani menanggung segala macam resiko serta mereka yang mendapatkan keuntungan. Seorang entrepreneur adalah orang yang mengkombinasikan resources, tenaga kerja, material, dan peralatan lainnya untuk meningkatkan nilai yang lebih tinggi dari sebelumnya dan juga orang yang memperkenalkan perubahan-perubahan, inovasi, perbaikan produksi lainnya. (Alma, B. 2002). Dengan kata lain wirausaha adalah seseorang atau sekelompok orang yang mengorganisir faktor-faktor produksi, alam, tenaga, modal, dan keterampilan untuk tujuan berproduksi. Wirausahawan juga merupakan inovator yang mampu memanfaatkan dan mengubah kesempatan menjadi ide yang dapat dijual atau dipasarkan, memberi nilai tambah dengan memanfaatkan upaya, waktu, biaya, kecakapan dengan tujuan mendapatkan keuntungan (Suryana, Y. dan Kartib Bayu,2010).
Pengertian kewirausahaan dapat juga ditinjau dari proses berkembangnya teori-teori kewirausahaan antara lain:[2]
1).  Neo Klasik
Teori ini memandang perusahaan sebagai sebuah istilah teknologis, dimana manajemen   (individu-individu) hanya mengetahui biaya dan penerimaan perusahaan dan sekedar melakukan kalkulasi matematis untuk menentukan nilai optimal dari variabel keputusan. Jadi pendekatan neoklasik tidak cukup mampu untuk menjelaskan isu mengenai kewirausahaan. Dalam teori ini kemandirian sangat tidak terlihat, wajar saja, karena ini memang pada masa lampau dimana belum begitu urgen masalah kemandirian, namun cukup bisa menjadi teori awal untuk melahirkan teori-teori berikutnya.
2).   Kirzerian Entrepreneur
Teori kirzen menyoroti tentang kinerja manusia, keuletannya, keseriusannya, kesungguhannya, untuk swa(mandiri), dalam berusaha, sehingga maju mundurnya suatu usaha tergantung pada upaya dan keuletan sang penguasa.
3).  Teori Ekonomi
Teori ini memandang bahwa lahirnya wirausaha disebabkan karena adanya peluang dan ketidakpastian masa depanlah yang akan melahirkan peluang untuk dimaksimalkan, hal ini berkaitan dengan keberanian mengambil peluang, berspekulasi, menata organisasi dan melahirkan berbagai macam inovasi.


4).  Teori Sosiologi
Teori ini lebih mempelajari tentang asal-usul budaya dan nilai-nilai sosial di suatu masyarakat, yang akan berdampak pada kemampuannya menanggapi peluang usaha, contohnya orang etnis China dan Padang dikenal sebagai orang yang ulet berusaha, maka fakta di lapangan menunjukkan bahwa banyak sekali orang China dan Padang meraih kesuksesan dalam berwirausaha.
5).  Teori Psikologi
Menurut teori ini lebih menekankan pada motif individu yang melatar belakangi dirinya untuk berwirausaha, apabila sejak kecil ditanamkan untuk berprestasi, maka lebih besar kemungkinan seorang individu lebih berani dalam menanggapi peluang usaha yang diperolehnya.
6).  Teori Perilaku
Teori pelaku, bagaimana seorang wirausahawan harus memiliki kecakapan dalam mengorganisasikan suatu usaha, mengatur keuangan, dan hal-hal terkait, membangun jaringan, dan memasarkan produk, dibutuhkan pribadi yang supel dan pandai bergaul untuk menunjukan suatu usaha.

B.     RUANG LINGKUP KEWIRAUSAHAAN
Ruang lingkup kewirausahaan sangat luas sekali. Secara umum, ruang lingkup kewirausahaan adalah bergerak dalam bisnis. Jika dirinci ruang lingkup kewirausahaan, bergerak dalam bidang :
a.       Lapang agraris
1)      Pertanian
2)      Perkebunan dan kehutanan
b.      Lapanagan perikanan
1)      Pemeliharaan ikan
2)      Penetasan ikan
3)      Makanan ikan
4)      Pengankutan ikan
c.       Lapangan peternakan
1)      Bangsa burung atau unggas
2)      Bangsa binatang menyusui
d.      Lapangan perindustrian dan kerajinan
1)      Industri besar
2)      Industri menengah
3)      Industri kecil
4)      Pengrajinan
·         Pengolahan hasil pertanian
·         Pengolahan hasil perkebunan
·         Pengolahan hasil peternakan
·         Pengolahan hasil kehutanan
e.       Lapangan pertambangan dan energi
f.       Lapangan perdagangan
1)       Sebagai pedagang besar
2)      Sebagai pedagang mengah
3)      Sebagai pedagang kecil
g.lapangan pemberi jasa
1)      Sebagai pedgang perantara
2)      Sebagai pemberi kredit atau perbankan
3)      Sebagai pengusha angkutan
4)      Sebagai pengusaha hotel dan restoran
5)      Sebagai pengusaha biro jasa travel pariwisa
6)      Sebagai pengusaha asuransi,pergudangan
7)      Perbengkelan,koperasi, tata busana dan lain-lain.

C.     PROFIL WIRAUSAHAWAN[3]
1.      Mengejar Prestasi, berani mengambil resiko, mampu memecahkan permasalahan, rendah hati, bersemangat, memiliki rasa percaya diri, mengindari sifat cengeng dan mencari kepuasan diri
Wirausahawan bercirikan senantiasa menginginkan prestasi prima. Untuk itu mereka lebih memilih bekerja dengan pakar ketika menghadapi problema dan cenderung untuk berpikir cermat serta berfokus pada visi jangka panjag tentang bisnis.
2.      Berani Mengambil Risiko
Wirausahawan tidak takut menjalani pekerjaan yang disertai risiko dengan memperhitungkan besar kecilnya risiko. Dalam setiap kesempatan wirausahawan senantiasa menghindari risiko tinggi. Mereka menyadari bahwa prestasi yang lebih besar hanya mungkin dicapai jika mereka bersedia menerima risiko sebagai konsekuensi terwujudnya tujuan.
3.      Mampu Memecahkan Permasalahan
Wirausahawan adalah orang yang memiliki kepemimpinan yang tumbuh secara alami dan pada umumnya lebih cepat mengidentifikasikan permasalahan yang perlu diatasi. Jika mereka mengetahui bahwa solusi yang mereka lakukan kurang tepat berdasar alasan-alasan yang shahih, mereka dengan segera memberikan alternative pemecahan permasalahan.


4.      Rendah Hati
Wirausahawan mendapatkan kepuasan dalam lambang-lambang keberhasilan diluar dirinya. Mereka senang usaha yang mereka bangun dipuji orang, namun mereka menolak apabila pujian ditujukan kepada diri mereka. Itulah alasan mengapa kita sering menjumpai wirausaha yang meskipun sukses dalam bisnis, tetap tampil bersahaja, misalnya berkendaraan mobil yang tidak tergolong mewah atau bahkan mobil bekas.
5.      Bersemangat
Wirausahawan secara fisik senantiasa tampak lincah dan berbadan sehat. Mereka mampu bekerja melebihi jam kerja rata-rata yang dilakukan orang lain ketika merintis usaha. Untuk itu mereka selalu berupaya menjaga stamina.
6.      Memiliki Rasa Percaya Diri
Wirausahawan adalah orang yang memiliki rasa kepercayaan tinggi dan tidak meragukan kecakapan dan kemampuannya. Mereka berpikir bahwa tindakan mereka akan mempu mengubah kejadian dan percaya bahwa mereka adalah pemimpin bagi diri mereka sendiri. Mereka melawan pendapat yang mengatakan bahwa kejadian lain dapat mempengaruhi dorongan untuk mencapai prestasi dan kesuksesan.
7.      Menghindari Sifat Cengeng
Wirausahawan senantiasa menghindari sifat cengeng dalam membentuk pribadi mandiri sehingga seringkali mengalami kesulitan dalam bentuk ikatan emosional yang kental dengan konsekuensi kurang terjalinnya hubungan akrab dengan kawan atau anggota keluarga. Karena tidak mudahnya terjalin hubungan yang akrab, seringkali mereka lebih mengutamakan pekerjaan.
8.      Mencari Kepuasan Diri
Karena wirausahawan termotivasi oleh ,kebutuhan untuk mewujudkan prestasi diri, mereka seringkali kurang berminat terhadap struktur organisasi. Mereka mengabaikan aktivitas manajemen organisasi tradisional sehingga pada umumnya mereka mengalami kesulitan dengan waktu kerja apabila bekerja untuk suatu perusahaan besar.

D.    KEWIRAUSAHAAN SUKSES
Dalam berwirausaha tentunya banyak hambatan atau masalah yang dihadapi seorang wirausahawan. Oleh karena itu setiap individu harus mempunyai mental yang tangguh dan memiliki jiwa kewirausahawan sehingga dapat menyelesaikan berbagai masalah yang dihadapi dengan mudah. Ketika seseorang memili ki jiwa kewirausahaan yang kemudian dikembangkan dengan baik, maka akan menghantarkan kepada hasil yang memuaskan.
1.      Kreatif
Dari sudut pandang ekonomi, kreatifitas lebih menunjukan pada suatu tindakan kreasi manusia . kreatifitas menunjukan suatu fenomena dimana seseorang menciptakan sesuatu yang baru, baik dalam bentuk produk barang dan jasa , pekerjaan seniman, jenaka maupun dalam bentuk pemecahan masalah suatu persoalan atau kebaruan barang dan jasa yang memiliki nilai ekonomi .
Untuk melahirkan kreatifitas, diperlukan cara berfikir kreatif. Berfikir kreatif adalah imajinatif, abstrak dan berobsesi. Hasil dari berfikir kreatif adalah ide-ide , gagasan-gagasan, inspirasi dan hayalan-hayalan atau mimpi-mimpi untuk menghasilkan produk intangible berupa kekayaan intelektual seperti desain , hak cipta, paten, dagang, dan royalti.[4]
Berfikir kreatif yang menghasilkan ide-ide, hayalan-hayalan , inspirasi, dan gagasan merupakan titik awal pemberangkatan (point of departure) menuju titik kedatangan (point of aririval) yaitu nilai tambah . sampai pada terciptanya nilai tambah perlu dimplementasikan dalam bentuk inovasi atau transformasi ,seperti pemilihan, adaptasi perubahan, pengembangan, dan difusi untuk menciptakan nilai tambah dalam bentuk kebaruan (novelty), kegunaan (usefuli) , dan kemudahan . kebaruan selalu muncul bila ada kreatifitas dan keinofasian .
2.      Inovasi
`Inovasi merupakan kreasi yang lebih baik atau lebih efektif tentang produk, proses, pelayanan, teknologi, atau ide-ide yang telah tersedia untuk keperluan pasar, pemerintah dan masyarakat . inovasi memiliki bebrapa makna penting yaitu inovasi sebagai pembaharuan , inovasi sebagai perubahan dan inovasi sebagai keunggulan.
Proses inovasi Diwali dengan mengembangkan ide menjaring ide-ide untuk disesuaikan dengan tujuan perusahaan. Memeriksa kemungkinan teknik yang akan digunakan dan komersialisasinya serta yang terakhir ialah dikomersialkan.Inovasi berarti membuat perubahan yang bermakna untuk meningkatkan organisasi , layanan, program, proses, operasi, dan model bisnis untuk menciptakan nilai baru bagi para pemangku kepentingan organisasi. Inovasi membawa organisasi kedalam dimensi kinerja baru dan penting untuk semua aspek operasi serta system dan proses kerja sehingga inovasi menjadi bagian dari budaya belajar. Inovasi harus diintegrasikan kedalam pekerjaan sehari-hari dan harus didukung oleh system perbaikan kinerja. Inovasi dibangun diatas akumulasi pengetahuan , oleh karena itu kemampuan u8ntuk menyebarkan dan memanfaatkan pengetahuan secara cepat sangat penting untuk mendorong inovasi.
E.       MANFAAT KEWIRAUSAHAWAN
Semakin maju suatu Negara tetap tidak akan terlepas dari masalah, dan keberadaan dunia wirausaha akan  terasa semakin penting. Pelaksanaan pembangunan akan semakin baik bila ada dukungan dari para wirausahawan karena pemerintah memiliki keterbatasan dalam segi pembiayaan. Dengan keterbatasan ini, maka wirausaha merupakan potensi pembangunan. Secara rinci keberadaan wirausaha memiliki banyak manfaat, baik bagi masyarakat maupun Negara. Diantara manfaat yang diberikan dengan adanya wirausaha adalah:
a.         Menambah daya tampung tenaga kerja, sehingga dapat mengurangi pengangguran.
b.         Sebagai generator pembangunan, bidang produksi, distribusi, pemeliharaan lingkungan, kesejahteraan dan sebagainya.
c.         Menjadi contoh anggota masyarakat yang lain, sebagai pribadi yang unggul yang patut dicontoh dan diteladani, karena seorang wirausaha itu orang yang terpuji, jujur, berani dan hidup tidak merugikan orang lain.
d.        Selalu menghormati hukum dan peraturan yang berlaku, berusaha selalu memperjuangkan lingkungan.
e.         Memelihara keserasian lingkungan, baik dalam pergaulan maupun kebersihan lingkungan.
f.          Berusaha memberikan bantuan kepada orang lain dan pembangunan sosial,sesuai dengan kemampuanya. (Alma, B. 2005).

Adapun manfaat wirausaha menurut Zimmerer dan Norman (2005) adalah :
a.       Memberi peluang dan kebebasan untuk mengendalikan nasib sendiri.
b.      Memberi peluang melakukan perubahan.
c.       Memberi peluang untuk mencapai potensi diri sepenuhnya.
d.      Memiliki peluang untuk meraih keuntungan seoptimal mungkin.
e.       Memiliki peluang untuk berperan aktif dalam masyarakat dan mendapatkan pengakuan atas usahanya.
f.       Memiliki peluang untuk melakukan sesuatu yang disukai dan menunjukan rasa senang dalam mengerjakannya.

Manfaat kewirausahaan bila ditinjau dari kontribusi dan transformasi masyarakat pada suatu Negara yang sedag beralih dari masyarakat berbasis sektor primer atau pertanian ke masyarakat berbasis sektor jasa dan teknologi adalah:
a.       Kewirausahaan membuka jenis usaha baru dalam perekonomian suatu Negara.
b.      Kewirausahaan menyediakan lapangan kerja dan menyerap tenaga kerja.
c.       Meningkatkan pendapatan per kapita nasional.













[1] Yuniar Aviati, Kompetensi Kewirausahaan Teori, Pengukuran dan Aplikasi, Graha Ilmu, Yogyakarta, 2015, hlm. 15.
[2] Ibid, hlm. 17-18.
[3] Mas’ud Machfoedz dan Mahmud Machfoedz, Kewirausahaan Suatu Pendekatan Kontemporer, UPP AMP YKPN, Yogyakarta, 2004, hlm. 2-3.
[4] Suryana, Ekonomi Kreatif, Ekonomi Baru: Mengubah Ide dan Menciptakan Peluang, Salemba Empat,Jakarta, hlm.  22.

No comments:

Post a Comment

  Kisi-Kisi Sosiologi Kelas 10 1.      Siswa mengetahui pengertian sosiologi dari para ahli 2.      Siswa mengetahui sifat-sifat sosiolo...