atPEMBAHASAN
A. PENGERTIAN KEWIRAUSAHAAN
Kata wirausaha berasal dari bahasa Perancis
yaitu entrepreneur, yang dalam bahasa Inggris menjadi between taker
atau go-between (perantara). Sebagaimana diungkapkan Joseph Schumper
yang dikutip Bygrave (1994): Entrepreneur as the person who destroys the
exiting economic order by introducing new products and services, by creating
new forms of organization, or by exploiting new raw material. Maksudnya
wirausaha adalah orang yang mendobrak system ekonomi yang ada dengan
memperkenalkan barang dan jasa yang baru, dengan menciptakan bentuk organisasi
baru atau mengolah bahan baku baru. Pengertian wirausaha menekankan pada setiap
orang yang memulai sesuatu bisnis yang baru, sedangkan prosesnya meliputi semua
kegiatan fungsi dan tindakan untuk mengejar dan memanfaatkan peluang dengan
menciptakan suatu kelompok atau organisasi.[1]
Menurut Robert D.Hisrich, kewirausahaan adalah proses kreatif untuk
menciptakan sesuatu yang bernilai lebih tinggi dengan mengoptimalkan segala
daya upaya, seperti mencurahkan waktu, dana, psikologis, dan penerimaan
penghargaan atas kepuasan seseorang. Istilah kewirausahaan saat ini terus berkembang
seiring dengan perkembangan ekonomi dan makin luasnya bidang garapan. Para
pembuat teori ekonomi dan para penulis masa lalu telah menyepakati bahwa
seorang wirausahawan adalah mereka yang memulai sebuah usaha baru yang berani
menanggung segala macam resiko serta mereka yang mendapatkan keuntungan.
Seorang entrepreneur adalah orang yang mengkombinasikan resources, tenaga
kerja, material, dan peralatan lainnya untuk meningkatkan nilai yang lebih
tinggi dari sebelumnya dan juga orang yang memperkenalkan perubahan-perubahan,
inovasi, perbaikan produksi lainnya. (Alma, B. 2002). Dengan kata lain
wirausaha adalah seseorang atau sekelompok orang yang mengorganisir
faktor-faktor produksi, alam, tenaga, modal, dan keterampilan untuk tujuan
berproduksi. Wirausahawan juga merupakan inovator yang mampu memanfaatkan dan
mengubah kesempatan menjadi ide yang dapat dijual atau dipasarkan, memberi
nilai tambah dengan memanfaatkan upaya, waktu, biaya, kecakapan dengan tujuan
mendapatkan keuntungan (Suryana, Y. dan Kartib Bayu,2010).
Pengertian kewirausahaan dapat juga
ditinjau dari proses berkembangnya teori-teori kewirausahaan antara lain:[2]
1). Neo Klasik
Teori ini memandang perusahaan sebagai sebuah istilah
teknologis, dimana manajemen (individu-individu)
hanya mengetahui biaya dan penerimaan perusahaan dan sekedar melakukan
kalkulasi matematis untuk menentukan nilai optimal dari variabel keputusan.
Jadi pendekatan neoklasik tidak cukup mampu untuk menjelaskan isu mengenai
kewirausahaan. Dalam teori ini kemandirian sangat tidak terlihat, wajar saja,
karena ini memang pada masa lampau dimana belum begitu urgen masalah
kemandirian, namun cukup bisa menjadi teori awal untuk melahirkan teori-teori
berikutnya.
2).
Kirzerian Entrepreneur
Teori kirzen menyoroti tentang kinerja manusia,
keuletannya, keseriusannya, kesungguhannya, untuk swa(mandiri),
dalam berusaha, sehingga maju mundurnya suatu usaha tergantung pada upaya dan
keuletan sang penguasa.
3). Teori
Ekonomi
Teori ini memandang bahwa lahirnya wirausaha
disebabkan karena adanya peluang dan ketidakpastian masa depanlah yang akan
melahirkan peluang untuk dimaksimalkan, hal ini berkaitan dengan keberanian
mengambil peluang, berspekulasi, menata organisasi dan melahirkan berbagai
macam inovasi.
4). Teori
Sosiologi
Teori ini lebih mempelajari tentang asal-usul budaya
dan nilai-nilai sosial di suatu masyarakat, yang akan berdampak pada
kemampuannya menanggapi peluang usaha, contohnya orang etnis China dan Padang
dikenal sebagai orang yang ulet berusaha, maka fakta di lapangan menunjukkan
bahwa banyak sekali orang China dan Padang meraih kesuksesan dalam
berwirausaha.
5). Teori
Psikologi
Menurut teori ini lebih menekankan pada motif individu
yang melatar belakangi dirinya untuk berwirausaha, apabila sejak kecil
ditanamkan untuk berprestasi, maka lebih besar kemungkinan seorang individu
lebih berani dalam menanggapi peluang usaha yang diperolehnya.
6). Teori
Perilaku
Teori pelaku, bagaimana seorang wirausahawan harus
memiliki kecakapan dalam mengorganisasikan suatu usaha, mengatur keuangan, dan
hal-hal terkait, membangun jaringan, dan memasarkan produk, dibutuhkan pribadi
yang supel dan pandai bergaul untuk menunjukan suatu usaha.
B. RUANG LINGKUP KEWIRAUSAHAAN
Ruang lingkup kewirausahaan sangat luas sekali. Secara umum, ruang lingkup
kewirausahaan adalah bergerak dalam bisnis. Jika dirinci ruang lingkup
kewirausahaan, bergerak dalam bidang :
a. Lapang agraris
1) Pertanian
2) Perkebunan dan kehutanan
b. Lapanagan perikanan
1) Pemeliharaan ikan
2) Penetasan ikan
3) Makanan ikan
4) Pengankutan ikan
c. Lapangan peternakan
1) Bangsa burung atau unggas
2) Bangsa binatang menyusui
d. Lapangan perindustrian dan kerajinan
1) Industri besar
2) Industri menengah
3) Industri kecil
4) Pengrajinan
·
Pengolahan hasil pertanian
·
Pengolahan hasil perkebunan
·
Pengolahan hasil peternakan
·
Pengolahan hasil kehutanan
e. Lapangan pertambangan dan energi
f. Lapangan perdagangan
1) Sebagai pedagang besar
2) Sebagai pedagang mengah
3) Sebagai pedagang kecil
g.lapangan
pemberi jasa
1) Sebagai pedgang perantara
2) Sebagai pemberi kredit atau perbankan
3) Sebagai pengusha angkutan
4) Sebagai pengusaha hotel dan restoran
5) Sebagai pengusaha biro jasa travel pariwisa
6) Sebagai pengusaha asuransi,pergudangan
7) Perbengkelan,koperasi, tata busana dan lain-lain.
C. PROFIL WIRAUSAHAWAN[3]
1. Mengejar Prestasi, berani mengambil resiko, mampu memecahkan
permasalahan, rendah hati, bersemangat, memiliki rasa percaya diri, mengindari
sifat cengeng dan mencari kepuasan diri
Wirausahawan bercirikan senantiasa menginginkan
prestasi prima. Untuk itu mereka lebih memilih bekerja dengan pakar ketika menghadapi
problema dan cenderung untuk berpikir cermat serta berfokus pada visi jangka
panjag tentang bisnis.
2. Berani Mengambil Risiko
Wirausahawan tidak takut menjalani pekerjaan yang
disertai risiko dengan memperhitungkan besar kecilnya risiko. Dalam setiap
kesempatan wirausahawan senantiasa menghindari risiko tinggi. Mereka menyadari
bahwa prestasi yang lebih besar hanya mungkin dicapai jika mereka bersedia
menerima risiko sebagai konsekuensi terwujudnya tujuan.
3. Mampu Memecahkan Permasalahan
Wirausahawan adalah orang yang memiliki kepemimpinan
yang tumbuh secara alami dan pada umumnya lebih cepat mengidentifikasikan
permasalahan yang perlu diatasi. Jika mereka mengetahui bahwa solusi yang
mereka lakukan kurang tepat berdasar alasan-alasan yang shahih, mereka dengan
segera memberikan alternative pemecahan permasalahan.
4. Rendah Hati
Wirausahawan mendapatkan kepuasan dalam
lambang-lambang keberhasilan diluar dirinya. Mereka senang usaha yang mereka
bangun dipuji orang, namun mereka menolak apabila pujian ditujukan kepada diri
mereka. Itulah alasan mengapa kita sering menjumpai wirausaha yang meskipun
sukses dalam bisnis, tetap tampil bersahaja, misalnya berkendaraan mobil yang
tidak tergolong mewah atau bahkan mobil bekas.
5. Bersemangat
Wirausahawan secara fisik senantiasa tampak lincah dan
berbadan sehat. Mereka mampu bekerja melebihi jam kerja rata-rata yang
dilakukan orang lain ketika merintis usaha. Untuk itu mereka selalu berupaya
menjaga stamina.
6. Memiliki Rasa Percaya Diri
Wirausahawan adalah orang yang memiliki rasa
kepercayaan tinggi dan tidak meragukan kecakapan dan kemampuannya. Mereka
berpikir bahwa tindakan mereka akan mempu mengubah kejadian dan percaya bahwa
mereka adalah pemimpin bagi diri mereka sendiri. Mereka melawan pendapat yang
mengatakan bahwa kejadian lain dapat mempengaruhi dorongan untuk mencapai
prestasi dan kesuksesan.
7. Menghindari Sifat Cengeng
Wirausahawan senantiasa menghindari sifat cengeng
dalam membentuk pribadi mandiri sehingga seringkali mengalami kesulitan dalam
bentuk ikatan emosional yang kental dengan konsekuensi kurang terjalinnya
hubungan akrab dengan kawan atau anggota keluarga. Karena tidak mudahnya
terjalin hubungan yang akrab, seringkali mereka lebih mengutamakan pekerjaan.
8. Mencari Kepuasan Diri
Karena wirausahawan termotivasi oleh ,kebutuhan untuk
mewujudkan prestasi diri, mereka seringkali kurang berminat terhadap struktur
organisasi. Mereka mengabaikan aktivitas manajemen organisasi tradisional
sehingga pada umumnya mereka mengalami kesulitan dengan waktu kerja apabila
bekerja untuk suatu perusahaan besar.
D. KEWIRAUSAHAAN SUKSES
Dalam berwirausaha tentunya banyak hambatan atau masalah yang dihadapi
seorang wirausahawan. Oleh karena itu setiap individu harus mempunyai mental
yang tangguh dan memiliki jiwa kewirausahawan sehingga dapat menyelesaikan
berbagai masalah yang dihadapi dengan mudah. Ketika seseorang memili ki jiwa kewirausahaan yang kemudian dikembangkan
dengan baik, maka akan menghantarkan kepada hasil yang memuaskan.
1. Kreatif
Dari sudut pandang ekonomi, kreatifitas lebih menunjukan pada suatu
tindakan kreasi manusia . kreatifitas menunjukan suatu fenomena dimana
seseorang menciptakan sesuatu yang baru, baik dalam bentuk produk barang dan
jasa , pekerjaan seniman, jenaka maupun dalam bentuk pemecahan masalah suatu
persoalan atau kebaruan barang dan jasa yang memiliki nilai ekonomi .
Untuk melahirkan kreatifitas, diperlukan cara berfikir kreatif. Berfikir
kreatif adalah imajinatif, abstrak dan berobsesi. Hasil dari berfikir kreatif adalah ide-ide , gagasan-gagasan, inspirasi
dan hayalan-hayalan atau mimpi-mimpi untuk menghasilkan produk intangible
berupa kekayaan intelektual seperti desain , hak cipta, paten, dagang, dan
royalti.[4]
Berfikir kreatif yang menghasilkan ide-ide, hayalan-hayalan , inspirasi,
dan gagasan merupakan titik awal pemberangkatan (point of departure) menuju
titik kedatangan (point of aririval) yaitu nilai tambah . sampai pada
terciptanya nilai tambah perlu dimplementasikan dalam bentuk inovasi atau transformasi
,seperti pemilihan, adaptasi perubahan, pengembangan, dan difusi untuk
menciptakan nilai tambah dalam bentuk kebaruan (novelty), kegunaan (usefuli) ,
dan kemudahan . kebaruan selalu muncul bila ada kreatifitas dan keinofasian .
2. Inovasi
`Inovasi merupakan kreasi yang lebih baik atau lebih efektif tentang
produk, proses, pelayanan, teknologi, atau ide-ide yang telah tersedia untuk
keperluan pasar, pemerintah dan masyarakat . inovasi memiliki bebrapa makna
penting yaitu inovasi sebagai pembaharuan , inovasi sebagai perubahan dan
inovasi sebagai keunggulan.
Proses inovasi Diwali dengan mengembangkan ide menjaring ide-ide untuk
disesuaikan dengan tujuan perusahaan. Memeriksa kemungkinan teknik yang akan
digunakan dan komersialisasinya serta yang terakhir ialah
dikomersialkan.Inovasi berarti membuat perubahan yang bermakna untuk
meningkatkan organisasi , layanan, program, proses, operasi, dan model bisnis
untuk menciptakan nilai baru bagi para pemangku kepentingan organisasi. Inovasi
membawa organisasi kedalam dimensi kinerja baru dan penting untuk semua aspek
operasi serta system dan proses kerja sehingga inovasi menjadi bagian dari
budaya belajar. Inovasi harus diintegrasikan kedalam pekerjaan sehari-hari dan
harus didukung oleh system perbaikan kinerja. Inovasi dibangun diatas akumulasi
pengetahuan , oleh karena itu kemampuan u8ntuk menyebarkan dan memanfaatkan
pengetahuan secara cepat sangat penting untuk mendorong inovasi.
E. MANFAAT KEWIRAUSAHAWAN
Semakin maju suatu Negara tetap tidak akan
terlepas dari masalah, dan keberadaan dunia wirausaha akan terasa semakin penting. Pelaksanaan
pembangunan akan semakin baik bila ada dukungan dari para wirausahawan karena
pemerintah memiliki keterbatasan dalam segi pembiayaan. Dengan keterbatasan
ini, maka wirausaha merupakan potensi pembangunan. Secara rinci keberadaan
wirausaha memiliki banyak manfaat, baik bagi masyarakat maupun Negara. Diantara
manfaat yang diberikan dengan adanya wirausaha adalah:
a.
Menambah daya tampung tenaga kerja,
sehingga dapat mengurangi pengangguran.
b.
Sebagai generator pembangunan, bidang
produksi, distribusi, pemeliharaan lingkungan, kesejahteraan dan sebagainya.
c.
Menjadi contoh anggota masyarakat yang
lain, sebagai pribadi yang unggul yang patut dicontoh dan diteladani, karena
seorang wirausaha itu orang yang terpuji, jujur, berani dan hidup tidak
merugikan orang lain.
d.
Selalu menghormati hukum dan peraturan yang
berlaku, berusaha selalu memperjuangkan lingkungan.
e.
Memelihara keserasian lingkungan, baik
dalam pergaulan maupun kebersihan lingkungan.
f.
Berusaha memberikan bantuan kepada orang
lain dan pembangunan sosial,sesuai dengan kemampuanya. (Alma, B. 2005).
Adapun manfaat wirausaha menurut Zimmerer dan Norman
(2005) adalah :
a. Memberi peluang dan kebebasan untuk mengendalikan nasib sendiri.
b. Memberi peluang melakukan perubahan.
c. Memberi peluang untuk mencapai potensi diri sepenuhnya.
d. Memiliki peluang untuk meraih keuntungan seoptimal mungkin.
e. Memiliki peluang untuk berperan aktif dalam masyarakat dan mendapatkan
pengakuan atas usahanya.
f. Memiliki peluang untuk melakukan sesuatu yang disukai dan menunjukan
rasa senang dalam mengerjakannya.
Manfaat kewirausahaan bila ditinjau dari kontribusi
dan transformasi masyarakat pada suatu Negara yang sedag beralih dari masyarakat
berbasis sektor primer atau pertanian ke masyarakat
berbasis sektor jasa dan teknologi adalah:
a. Kewirausahaan membuka jenis usaha baru dalam perekonomian suatu Negara.
b. Kewirausahaan menyediakan lapangan kerja dan menyerap tenaga kerja.
c. Meningkatkan pendapatan per kapita nasional.
[1] Yuniar Aviati, Kompetensi Kewirausahaan Teori, Pengukuran dan
Aplikasi, Graha Ilmu, Yogyakarta, 2015, hlm. 15.
[3] Mas’ud
Machfoedz dan Mahmud Machfoedz, Kewirausahaan Suatu Pendekatan Kontemporer,
UPP AMP YKPN, Yogyakarta, 2004, hlm. 2-3.
[4] Suryana,
Ekonomi Kreatif, Ekonomi Baru: Mengubah Ide dan Menciptakan Peluang,
Salemba Empat,Jakarta, hlm. 22.
No comments:
Post a Comment