PEMBAHASAN
A.
DEFINISI
FILSAFAT ISLAM
Filsafat berasal dari kata Yunani yaitu philos dan sophia.
Philos yang berarti cinta dan dalam arti luas yang berarti keinginan.
Sedangkan sophia yang berarti kebenaran atau kebijaksanaan. Secara etimologi filsafat berarti cinta pada
kebijaksanaan atau kebenaran. Hasan Sadzili mengatakan bahwa filsafat adalah
cinta akan kebenaran.[1]
Beberapa pengertian filsafat Islam menurut beberapa tokoh
filsafat
1.
Menurut
De Boor (seorang Belanda), Filsafat Islam
adalah Pemikiran Filsafat Yunani yang masuk ke dalam dunia Islam melalui
penerjemahan, yang kemudian oleh ulama-ulama Islam pemikiran Filsafat tersebut
disyarah atau disinergikan apabila terdapat perbedaan atau pertentangan dengan
prinsip-prinsip ajaran Islam.
2.
Wilhelm
Dithlay (seorang Jerman) secara sportif mengakui orang Arab sama juga dengan
bangsa-bangsa lain dimana saja di dunia ini. Yakni, orang-orang Arab memiliki
kemampuan akal untuk bisa berfikir secara mendalam serta mencipta suatu
pemikiran
filosofi yang tinggi.
3.
Prof.
Dr. Ahmad Fuad Al-Ahwany (Guru besar Filsafat Islam di Cairo university) dalam
bukunya mengatakan bahwa Filsafat Islam adalah suatu pembahasan tentang alam
semesta dan manusia yang didasarkan atas ajaran agama yang dibawa oleh Islam.
Definisi
tersebut menonjolkan kemampuan orang Arab Islam untuk menciptakan suatu bentuk
pemikiran filsafat yang khas Islam tentang alam semesta dan manusia, sehingga
dengan demikian sangat berbeda dengan pendapat De Boor yang memandang Filsafat Islam
tidak lebih dari Filsafat Yunani yang ditransfer ke dalam dunia Islam.[2]
B.
SEJARAH
FILSAFAT ISLAM
Dalam sejarah pertemuan Islam (kaum muslimin) dengan filsafat,
terjadi pada abad-abad ke-8 masehi atau abad
ke-2 hijriah. Masa dimana Islam dapat mengepakkan sayapnya, dan menjangkau
daerah-daerah baru. Dalam hal ini sejarah filsafat Islam tidak lepas kaitannya
dengan filsafat Yunani, yang mana-buku filsafat Yunani di seleksi dan di sadur
seperlunya, serta di terjemahkan dalam Bahasa arab. [3]
Meskipun diakui bahwa filsafat Yunani memberi pengaruh besar pada
perkembangan Islam, bukan berarti filsafat Islam menjiplak atau memplagiasi
filsafat Yunani. Sebab-sebabnya adalah:
1. Berguru tidak menunjukkan pengulangan
2. Setiap pemikiran tidak lepas dari konteks budaya masing-masing
3. Kenyataan yang menunjukkan bahwa pemikiran rasional Islam telah lebih dahulu mapan sebelum datangnya filsafat Yunani.
Lantas, darimana sumber pemikiran rasional filosofis Islam itu berasal?, seperti dinyatakan oleh banyak peneliti, baik muslim maupun non-muslim[4],
pemikiran rasional filosofis Islam lahir dari kitab suci mereka sendiri ( Al-Qura’an ). Pada awal perkembangan Islam, ketika Rosululloh SAW masih hidup, segala persoalan bisa diselesaikan dengan cara bertanya langsung kepada beliau. Namun, setelah beliau wafat persoalan-persoalan semakin banyak dan rumit seiring dengan perkembangan Islam yang kian cepat. Jalan satu-satunya adalah kembali kepada ajaran teks suci, yakni al-Qur’an dengan berbagai pemahaman.
Dalam upaya memahami ajaran Al-Qur’an tersebut, maka di perlukan minimal 3 metode kajian resmi yang nyatanya mempunyai relevan sifilosofis antara lain:
1. Penggunaan takwil,
2. Pembedaan antara istilah-istilah atau pengertian yang mengandung lebih dari satu makna ( musytarak )
3. Penggunaan qiyas (analogi) atas persoalan-persoalan yang tidak ada penyelesainnya secara langsun dalam teks[5]
C. HUBUNGAN FILSAFAT ISLAM DENGAN FILSAFAT YUNANI
Hubungan Filsafat Islam
dengan Filsafat Yunani. Filosof-filosof muslim
banyak mengambil Pemikiran-pemikiran Aristoteles dan Plotinus. Hal ini tidak
dapat dipungkiri. Walaupun, tidak berarti bahwa Filsafat Islam hanya kutipan
semata-mata dari pemikiran-pemikiran Aristoteles seperti yang dikatakan oleh
Ernest Renan atau dari Plotinus seperti kata Duhen. Karena sumber Filsafat Islam
bukan hanya semata-mata dari Yunani melainkan juga dari kebudayaan India dan
Iran.[6]
Salah satu sumber Filsafat Islam adalah filsafat Yunani tetapi ini
tidak berarti bahwa sumbernya hanya dari filsafat Yunani semata, melainkan juga
dari Persia, India, Tiongkok dan sebagainya, walaupun harus diakui bahwa sumber
utama adalah dari filsafat Yunani. Pandangan-pandangan kefilsafatan yang bersumber
dari filosof Yunani kemudian diolah dan dikembangkan oleh orang-orang Islam
serta disesuaikan dengan prinsip-prinsip ajaran Islam, sehingga keaslian dan khas
Islamnya tetap tampak apabila dihayati dan direnungkannya. Adanya
keaslian/kekhususan pemikiran Filsafat Islam diakui pula oleh Montet (seorang orientalist
Prancis dan guru besar Bahasa-bahasa ketimuran di Universitas Geneve)
mengatakan bahwa ”sesungguhnya Filsafat Islam meskipun prinsip dan
dasar-dasarnya bersumber dari pikiran-pikiran Aristoteles; Namun, bukanlah
suatu bentuk pengulangan dari pikiran-pikiran Yunani; Karena orang-orang Arab
meskipun menaruh hormat terhadap orang-orang Yunani karena dianggap sebagai
Guru Besar mereka; Namun, pada batas-batas tertentu mereka menyadari betapa
pentingnya mempertahankan kemurnian dan indentitas ke-Islaman
mereka, seperti tercermin pada buku-buku hasil karya mereka.
Perlu ditambahkan pula bahwa dalam
perkembangan Filsafat Islam tampak usaha dari sebahagian pembahas untuk mencari
akar/sumber Filsafat Islam pada kitab suci Al-Quran, dan bukan bertolak dari
pikiran Yunani seperti Filsafat Islam yang dikenal selama ini.[7]
[2] Lihat
Ahmad Fuad Al Ahwany, Al Falsafatul Islamiyah, Qairo: Darul Qalam,1962,
hlm. 10
[6] Ahmad Hanafi, Pengantar Filsafat Islam, Bulan Bintang, Jakarta, 1991, hlm. 23
Water Hack Burns 2 lb of Fat OVERNIGHT
ReplyDeleteAt least 160 000 men and women are trying a easy and SECRET "liquids hack" to burn 1-2lbs every night as they sleep.
It's very simple and it works every time.
This is how to do it yourself:
1) Go get a glass and fill it up with water half the way
2) And then use this amazing hack
so you'll be 1-2lbs skinnier when you wake up!