Saturday, March 7, 2020

Makalah FASE-FASE PERKEMBANGAN PESERTA DIDIK PERIODE PRANATAL, BAYI DAN ANAK-ANAK


A.    PEMBAHASAN
1.    Periode Pranatal
a.    Awal kehidupan
Ada beberapa pendapat berkaitan dengan kapan dimulainya kehidupan manusia, dapat dilihat dari segi biologis, psikologis dan agama. Secara lebih jelas diuraikan berikut ini.
1)   Secara biologis
Kehidupan manusia dimulai sejak pembuahan (fertilization/conception), yaitu bersatunya spermatozoa dengan ovum (sel telur). Sel telur yang sudah dibuahi akan membelah diri dalam tempo 24 jam. Pembelahan berulang-ulang akan membentuk bola sel yang disebut zygote yang terus membelah diri selama berjalan didalam saluran.
Kehidupan dimulai sebagai sebagai suatu sel yang tunggal yang beratnya kira-kiraseperduapuluh juta ons dan menyimpan kode genetik. Gen adalah bahan fisik yang diwariskan orang tua kepada keturunannya, dan merupakan pembawa (carrier) cirri bawaan.
2)   Secara psikologis
Pendapat sekarang menyatakan bahwa permulaan perkembangan psikologis dimulai sejak bayi yang dalam kandungan bereaksi terhadap rangsang dari luar yang telah dimulai sangat awal, yaitu pada bulan-bulan pertama (bukti: bunyi bel ditempelkan pada perut ibu, maka detik nadi janin bertambah cepat). Menurut aliran hommonculus (Monks dkk., 2001) pada abad pertengahan, kehidupan manusia dimulai sejak konsepsi tetapi dalam bentuk yang sangat kecil. Perubahan dari anak kecil menjadi dewasa hanya bersifat kuantitatif. Anak-anak adalah orang dewasa dalam bentuk kecil.
3)   Pendapat beberapa Agama/Aliran
Ada berbagai pendapat untuk menjawab pertanyan tentang kapan kehidupan manusia dimulai. Berbagai aliran/agama mempunyai pandangan yang berbeda-beda. Ada yang menyatakan bahwa kehidupan dimulai sejak konsepsi yaitu saat pertemuan sel telur dengan spermatozoa. Ajaran lain menyebutkan bahwa kehidupan manusia baru dimulai setelah adanya kesadaran atau roh, yaitu sejak embrio berusia 40 hari ( sebelumnya tidak dianggap sebagai manusia seutuhnya).[1]
b.    Ciri-ciri periode pranatal
Periode ini merupakan masa kehidupan individu dimulai dari masa konsepsi (pembuahan) hingga kelahiran, sekitar 9 bulan dalam kandungan. Periode ini merupakan saat pertumbuhan yang sangat luar biasa, dari satu sel tunggal (yang beratnya kira-kira 1/20 juta ons) menjadi organism yang sempurna dengan kemampuan otak dan tingkah lakunya.[2]
Adapun ciri-ciri kehidupan pranatal yaitu:
1)   Pada saat ini sifat-sifat bauran, yang berfungsi sebagai dasar bagi perkembangan selanjutnya, diturunkkan sekali utuk selamanya. Sementara itukondisi-kondisi yang baik atau tidak baik, baik sebelum atau sesudah kelahiran sampai tingkat tertentu, dapat dan mungkin mempengaruhi sifat-sifat fisik dan psikologis yang membentuk sifat-sifat bawaan ini, perubahan-perubahan yang terjadi bersifat kuantitatif dan bukan kualitatif.
2)   Kondisi-kondisi yang baik dalam tubuh ibu dapat menunjang perkembangan sifat bawaan sedangkan kondisi yang tidak baik dapat menghambat perkembangannya bahkan sampai mengganggu pola perkembangan yang akan datang. Ada saatnya dalam rentang kehidupansifat bawaan sangat dipengaruhi kondisi-kondisi lingkungan seperti halnya selama periode prenatal.
3)   Jenis kelamin individu yang baru diciptakan sudah dipastikan pada saat pembuahan dan kondidi-kondisi dalam tubuh ibu tidak akan mmempengaruhinya, sama halnya dengan sifat bawaan. Kecuali kalau dilakukan pembedaan dalam operasi perubahan kelamin, jenis kelamin individu yang sudah ditetapkan pada saat pembuahan tidak akan berubah. Operasi semacam itu sangat jarang dilakukan dan hanya sebagian kecil saja berhasil.
4)   Perkembangan dan pertumbuhan yang normal lebih banyak terjadi selama periode prenatal dibandingkan pada periode-periode lain dalam seluruh kehidupan individu. Selama Sembilan bulan sebelum kelahiran, individu tumbuh dari sel kecil yang tampak dari mikroskop menjadi bayi yang panjangnya sekitar dua puluh inci dan beratnya rata-rata 7 pon.
5)   Periode pranatal merupakan masa yang mengandung banyak bahaya, baik fisik maupun psikologis. Meskipun tidak dapat diklaim bahwa periode ini merupakan periode yang paling berbahaya dalam seluruh rentang kehidupan. Banyak yang percaya bahwa masa anak-anak lebih berbahaya tetapi jelas bahwa periode ini merupakan masa dimana bahaya-bahaya lingkungan atau bahaya-bahaya psikologis dapat sangat mempengaruhi pola perkembangan selanjutnya atau bahkan dapat mengakhiri suatu perkembangan.
6)   Periode pranatal merupakan saat dimana orang-orang yang berkepentingan membentuk sikap-sikap pada diri individu yang baru diciptakan. Sikap-sikap ini akan sangat mempengaruhi cara bagaimana individu-individu ini diperlakukan, terutama selama bertahun-tahun pertama pembentukan kepribadiannya.[3]
c.    Urutan kelahiran
Ada pendapat yang menyatakan bahwa urutan kelahiran dapat memengaruhi pola perlakuan lingkungan terhadap dirinya, hubungan dengan anggota lain, dan apa peran spesifik anak, yang selanjutnya akan memengaruhi sikap dan pola perilaku serta menentukan jenis penyesuaian pribadi dan sosial yang harus dilakukan individu sepanjang rentang kehidupannya.
Beberapa cirri umum berkaitan dengan posisi urutan kelahiran sebagai berikut (Hurlock, 1980):
1)   Anak pertama, berperilaku matang, memiliki sifat-sifat kepemimpinan, berprestasi tinggi atau sangat tinggi, cenderung mengikuti kehendak dan tekanan kelompok, mudah dipengaruhi kehendak orang tua, kecenderungan berperilaku sebagai “bos”, tidak menyukai fungsi sebagai teladan bagi adik-adiknya, kurang agresif dan kurang berani karena terlalu dilindungi orangtua, cenderuung merasa tidak bahagia karena perhatian orang tua yang berkurang karena kelahiran adik-adiknya.
2)   Anak tengah, mandiri, berpetualang, suka berteman sehingga memiliki penyesuaian sosial yang baik, suka melanggar peraturan, menjadi benci atau berusaha melebihi perilaku kakaknya yang lebih diunggulkan, tidak berprestasi tinggi, sifat-sifat kepemimpinan lemah, kurang menunjukan tanggung jawab, cenderung mengalami gangguan perilaku karena merasa diabaikan orangtua.
3)   Anak bungsu, memiliki rasa aman, cenderung keras dan banyak menuntut karena cenderung dimanja lingkungan, tergantung, kurang memiliki tanggung jawab, kurang berprestasi, sifat kepemimpinan lemah, memiliki penyesuaian sosial yang baik, dan cenderung merasa bahagia karena bisa diperhatikan dan dimanja sejak kecil.[4]
2.    Periode Bayi
a.    Pengertian masa bayi
Masa bayi dianggap sebagai masa dasar, karena merupakan dasar periode kehidupan yang sesungguhnya karena pada saat inibanyak pola perilaku, sikap, dan pola ekpresi emosi terbentuk. Masa bayi berlangsung dua tahun pertama setelah periode bayi baru lahir. Masa bayi disebut juga:
1)   Masa dasar yang sesungguhnya.
2)   aMasa dimana perubahan dan perubahan berjalan pesat.
3)   Masa berkurangnya ketergantungan.
4)   Masa meningkatnya individualitas.
5)   Masa permulaan berkembangnya penggolongan peran seks.
6)   Masa yang menarik.
7)   Masa permulaan kreativitas.
8)   Masa berbahaya.[5]
b.    Ciri-ciri periode bayi
Periode bayi merupakan masa perkembangan yang merentang dari kelahiran hingga 18 atau 24 bulan. Masa ini ditandai dengan cirri-ciri sebagai berikut:
1)   Masa dasar pembentukan pola perilaku, sikap, dan ekspresi emosi.
2)   Masa pertumbuhan dan perubahan berjalan cepat, baik fisik maupun psikologis.
3)   Masa kurangnya ketergantungan.
4)   Masa meningkatnya individualitas, yaitu saat bayi mengembangkan hal-hal yang sesuai dengan minat dan kemampuannya.
5)   Masa permulaan sosialisasi.
6)   Masa permulaan berkembangnya penggolongan peran seks, seperti terkait dengan pakaian yang dipakainya.
7)   Masa yang menarik, baik bentuk fisik maupun perilakunya.
8)   Masa permulaan kreativitas.
9)   Masa berbahaya, baik fisik (seperti kecelakaan) atau psikologis (karena perlakuan yang buruk).[6]
c.    Aspek-aspek yang berkembang pada periode bayi
1)   Fisik
Pada masa bayi, perkembangan fisik secara jelas dapat diamati, pada enam bulan pertumbuhannya terus bertambah dengan pesat. Tahun pertama peningkatan lebih kepada berat dan tinggi. Selama tahun kedua terjadi penurunan. Selain itu, yang berkembang ialah proporsi, tulang, otot dan lemak, bangun tubuh, gigi, susunan saraf, dan organ perasa.
2)   Psikologis
Secara psikologis, pada masa bayi terjadi pembentukan pola-pola fundamentalis dan kebiasaan menggali wajah orang-orang yang berarti bagi dirinya. Mulai merasakan sentuhan ‘touching’ oleh orang-orang tertentu. Menurut Piaget, anak hingga umur 2 tahun belum tampak adanya mediasi dalam arti ‘aktivitas piker yang intern’. Semua tingkah laku anak harus dipikir sebagai hal yang diterima secara sensori dan suatu sensori yang motorik saja. Oleh karena itu, Piaget membedakan dua tahap perkembangan intelegensi pada manusia yaitu sensori motor (sejak lahir sampai dua tahun) dan tahap konseptual (usia dua tahun sampai dewasa).
3)   Motorik
Perkembangan masa bayi pada aspek motorik ini dapat diamati dan terlihat reaksi-reaksi spontan yang berulang dilakukan dan tidak di koordinasi. Namun lama-kelamaan terjadi secara efektif. Hal ini terjadi pada merangkak, berjalan, dan memainkan benda-benda. Perkembangan motorik terlihat adanya arah.
4)   Perkembangann bicara
sebelum mampu berbicara, bayi lebih dahulu dapat mengerti apa yang dikatakan tanpa dapat bereaksi dengan kata hanya ddengan ekspresi dan gerakan. Oleh karena itu, mimic dan ekspresi bayi juga dapat dimengerti setelah usia tiga bulan. Menurut Terman dan Mertil, rata-rata bayi dapat bereaksi terhadap perintah-perintah pada usia kurang lebih dua tahun. Rata-rata bayi belajar menyampaikan kebutuhan-kebutuhan dan keinginan pada usia tahun-tahun pertama yang disebut dengan komunikasi prabicara. Bentuk-bentuk prabicara ini antara lain: menangis, berceloteh, isyarat, dan ungkapan-ungkapan emosi.
5)   Perkembangan emosi
Pada bayi terdapat pola emosi tertentu yang bersifat umum seperti kemarahan (menjerit, meronta, menendang, mengibaskan tangan, memukul), ketakutan (takut terhadap ruang gelap, tempat tinggi, dan binatang), rasa ingin tahu tentang mainan baru, menjulurkan lidah, membuka mulut, memegang, melempar, membolak-balik), kegembiraan ( tersenyum, tertawa, menggerakkan lengan serta kakinya), afeksi (memeluk mainan kesayangannya, mencium barang-barang kesayangannya).
6)   Perkembangan kognitif
Perkembangan konsep merupakan hasil asosiasi dari arti dengan benda dan orang-orang. Piaget menamakan tahap perkembangan ini tahap “sensomotorik” dalam perkembangan konsep. Pada masa akhir perkembangan ini bayi mulai menyusun kata-kata menjadi kalimat sederhana yang dimulai dengan “siapa” “ apa” dan “dimana”.
7)   Perkembangan moral
Bayi belum memiliki nilai dan suara hati. Lambat laun bayi mempelajari kode moral dari orang tuannya dan orang-orang yang dekat dengannya. Bayi menilai benar atau salah suatu perbuatan berdasarkan kesakitan atau kesenangan yang dirasakannya.[7]
3.    Periode Anak-anak
a.    Pengertiad periode anak-anak
Masa anak dimulai setelah masa bayi yang penuh ketergantungan, yaitu dari usia sekitar dua tahun sampai dengan 12 tahun. Masa ank dibagi menjadi dua periode yaitu:
1)   Masa anak awal, berlangsung dari usia 2-6 tahun.
2)   Masa anak akhir, berlangsung dari usia 6-12 tahun.[8]
b.    Ciri-ciri perkembangan anak-anak
Umumnya orangtua menganggap masa ini sebagai usia bermasalah atau usia sulit karena pada masa sering terjadi masalah perilaku sebagai akibat karena anak sedang dalam proses perkembangan kepribadian yang unik dan menuntut kebebasan, yang pada umumnya masih kurang berhasil juga anak masih sering bersikap bandel, keras kepala, tidak menurut, m elawan, dan marah tanpa alasan. Sering juga dianggap sebagai usia bermain karena anak senang menghabiskan sebagian besar waktunya untuk bermain.
         Para pendidik menyebut masa ini sebagai usia prasekolah karena merupakan saat anak mengikuti taman indria atau taman kanak-kanak dan masa persiapan untuk memulai pendidikan formal di kelas satu sekolah dasar.
   Psikolog sering menyebut sebagai usia prakelompok karena anak-anak mempelajari dasar-dasar perilaku sosial sebagai persiapan untuk penyesuaian diri saat masuk sekolah dasar. Disebut juga sebagai usia menjelaja dan usia bertanya karena anak-anak ingin mengetahui keadaan lingkungannya, dan dalam upaya menjelajahi lingkungannya ini mereka banyak bertanya. Pada masa ini, anak-anak juga senang meniru pembicaraan dan tindakan orang lain sehingga disebut usia meniru.[9]
c.    Perkembangan pada periode anak-anak
1)      Perkembangan fisik
-          Tinggi dan berat: pertambahan tinggi badan setiap tahunnya rata-rata 3 inci. Pada usia enam tahun tinggi anak rata-rata 46,6 inci. Pertambahan berat badan setiap tahunnya rata-rata tiga sampai lima pon. Pada usia enam tahun berat anak harus kurang lebih tujuh kali berat pada waktu lahir.
-          Perbandingan tubuh: perbandingan tubuh sangat berubah dan penampilan bayi tidak tampak lagi. Wajah tetap keciltetapi dagu tampak lebih jelas dan leher lebih memanjang. Gumpalan pada bagian-bagian tubuh berangsur-angsurberkurang dan tubuh cenderungberbentuk kerucut, dengan perut yang rata (tidak buncit), dada yang lebih bidang dan rata, bahu lebih luas dan lebih persegi. Lengan dan kaki lebih panjangdan lebih lurus, tangan dan kaki tumbuh lebih besar.[10]
-          Perkembangan otak: pada saat bayi mencapai usia dua tahun, ukuran otaknya rata-rata 75% dari otak orang dewasa, dan pada usia lima tahun, ukuran otaknya mencapai sekitar 90% otak orang dewasa.
2)   Perkembangan kognitif
Perkembangan kognitif adalah perkembangan kemampuan anak untuk mengeksplorasi lingkungan karena bertambah besarnya koordinasi dan pengendalian motorik, maka dunia kognitif anak berkembang pesat, makin kreatif, bebas, dan imajinatif. Menurut Piaget, perkembangan kognitif pada anak dinamakan tahap pra-operasional (preoprational stage) yang berlangsung dari usia dua hingga tujuh tahun. Pada tahap ini konsep yang stabil dibentuk, penalaran mental muncul, egosentris mulai kuat dan kemudian mulai melemah, serta terbentuknya keyakinan terhadap hal yang magis. Dalam istilah pra-operasional menunjukan bahwa pada tahap ini teori Piaget difokuskan pada keterbatasan pemikiran anak. Istilah “operasional” menunjukan pada aktifitas mental yang memungkinkan anak untuk memikirkan peristiwa pengalaman yang dialaminya.[11]
3)   Perkembangan moral
Piaget dan Kohlberg mengemukakan tahap-tahap perkembangan moral. Menurut Piaget, antara usia 5 tahun dan 12 tahun, konsep aanak mengenai keadilan sudah tumbuh. Pengertian yang kaku tentang benar dan salah yang dipelajari dari orang tua menjadi berubah dan anak mulai memperhitungkan keadaan khusus di sekitar pelanggaran moral. Sedangkan Kohlberg menamakan tingkat kedua dari perkembangan moral pada usia sekolah sebagai tingkat moralitas konvensionl. Dalam tingkat ini yang disebut juga sebagai moralitas anak baik, anak mengikuti peraturan untuk mengambil hati orang lain dan untuk mempertahankan hubungan-hubungan yang baik.[12]
B.     PENUTUP
DAFTAR PUSTAKA
Hurlock, Elizabeth B. 1991. Psikologi Perkembangan: Suatu Pendekatan Sepanjang Rentang Kehidupan. Jakarta: Erlangga. 
Jahja, Yudrik. 2011. Psikologi Perkembangan. Jakarta: Kencana.
Soetjiningsih, Christina Hari. 2012. Perkembangan Anak: Sejak Pembuahan Sampai dengan Kanak-kanak Akhir. Jakarta: Prenada.

Taufiq, Agus., dkk. 2016. Pendidikan Anak di SD. Tangerang Selatan: Universitas Terbuka.
Yusuf L.N, Syamsu, dan Nani M. Sugandhi. 2011. Perkembangan Peserta Didik: Mata Kuliah Dasar Profesi (MKDP) Bagi Para Mahasiswa Calon Guru di Lembaga Pendidikan Tenaga Kependidikan (LPTK). Jakarta: PT. Raja Grafindo Persada.



[1] Christiana Hari Soetjiningsih, Perkembangan Anak: Sejak Pembuahan Sampai dengan Kanak-kanak Akhir, (Jakarta: Prenada, 2012) hal. 44-47.
[2] Syamsu Yusuf L.N dan Nani M. Sugandhi,  Perkembangan Peserta Didik: Mata Kuliah Dasar Profesi (MKDP) Bagi Para Mahasiswa Calon Guru di Lembaga Pendidikan Tenaga Kependidikan (LPTK), (Jakarta: PT. Raja Grafindo Persada, 2011) hal. 10.
[3] Elizabeth B. Hurlock, Psikologi Perkembangan: Suatu Pendekatan Sepanjang Rentang Kehidupan, (Jakarta: Erlangga, 1991), hal. 28. 
[4] Christiana Hari Soetjiningsih, Perkembangan Anak: Sejak…, hal. 49-50
[5] Yudrik Jahja, Psikologi Perkembangan, (Jakarta: Kencana, 2011), hal169.
[6] Syamsu Yusuf L.N dan Nani M. Sugandhi,  Perkembangan Peserta Didik…, hlm. 11.
[7]Yudrik Jahja, Psikologi Perkembangan,…, hlm. 169-172
[8] Christiana Hari Soetjiningsih, Perkembangan Anak: Sejak…, hlm181.
[9] Christiana Hari Soetjiningsih, Perkembangan Anak: Sejak…, hlm181-182.
[10] Elizabeth B. Hurlock, Psikologi Perkembangan: Suatu…, hlm.110.
[11] Yudrik Jahja, Psikologi Perkembangan,…, hlm. 185.
[12] Agus Taufiq, dkk., Pendidikan Anak di SD, (Tangerang Selatan: Universitas Terbuka, 2016), hlm

No comments:

Post a Comment

  Kisi-Kisi Sosiologi Kelas 10 1.      Siswa mengetahui pengertian sosiologi dari para ahli 2.      Siswa mengetahui sifat-sifat sosiolo...