Friday, May 3, 2019

Makalah Strategi Pengembangan Kurikulum

Strategi Pengembangan Kurikulum








Disusun Untuk Memenuhi Tugas Terstruktur
Mata kuliah: Pengembangan Kurikulum
Dosen pengampu: Dr. Ahsan Hasbullah, M.Pd

Disusun Oleh :
Umi Setio Asih 1617403043
Wihda Mafazah 1717403088
Lisa Nur Afifah 1717403066
Khoerul Mukarom 1717403094
Sukron Ibnu Rofiq 1717403091
Febriana Sri Rahayu 1717403054
Zahrotun Nafisatun N 1717403045
Qori’ah 1717403035



JURUSAN PENDIDIKAN BAHASA ARAB
FAKULTAS TARBIYAH DAN ILMU KEGURUAN
INSTITUT AGAMA ISLAM NEGERI
PURWOKERTO
2019


BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
Pengembangan kurikulum merupakan suatu kegiatan yang memberikan jawaban atas sejumlah tuntutan kebutuhan yang berkembang pada pendidikan. Pengembangan kurikulum dilakukan atas sejumlah komponen pada pendidikan, di antaranya pada pembelajaran yang merupakan implementasi dari kurikulum.
Dalam pengertian yang lebih luas, kurikulum adalah serangkaian pengalaman belajar yang diperoleh peserta didik dalam proses pembelajaran. Dalam konteks pendidikan nasional, kurikulum adalah rencana tertulis tentang kemampuan yang harus dimiliki berdasarkan standar nasional, materi yang perlu dipelajari dan pengalaman belajar yang harus dijalani untuk mencapai kemampuan tersebut, dan evaluasi yang perlu dilakukan untuk menentukan tingkat pencapaian kemampuan peserta didik, serta seperangkat peraturan yang berkenaan dengan pengalaman belajar peserta didik dalam mengembangkan potensi dirinya pada satuan pendidikan tertentu.
Di dalam kurikulum terdapat strategi pengembangan kurikulum yang akan kita bahas di makalah ini ,semoga bisa menjadi referensi bagi mahasiswa IAIN Purwokerto.

B. Rumusan Masalah
1. Apa pengertian strategi pengembangan kurikulum?
2. Bagaimana strategi pengembangan kurikulum?
3. Bagaimana peranan guru dalam pengembangan kurikulum?

C. Tujuan Penulisan
1. Untuk memahami pengertian strategi pengembangan kurikulum
2. Untuk memahami bagaimana strategi pengembangan kurikulum
3. Untuk memahami bagaimana peranan guru dalam pengembangan kurikulum

BAB II
PEMBAHASAN

A. Pengertian Strategi Pengembangan Kurikulum
Dalam proses pembelajaran diperlukan suatu perhitungan tentang kondisi dan situasi, dimana proses tersebut berlangsung dalam jangka panjang. Dalam perhitungan tersebut, maka  proses pengembangan kurikulum akan lebih terarah kepada tujuan yang hendak dicapai karena segala sesuatunya telah dipertimbangkan secara matang. Itulah sebabnya, lembaga pendidikan memerlukan strategi yang menyangkut pada masalah bagaimana mengembangkan kurikulum dengan melihat situasi dan kondisi yang ada, dan juga bagaimana agar proses tersebut tidak terdapat hambatan serta ganguan baik internal maupun eksternal yang menyangkut kelembagaan maupun lingkungan sekitarnya.
Kata “strategi” berasal dari bahasa Yunani “Strategos” (stratos = militer dan Ag = memimpin) yang berarti “generalship” atau sesuatu yang dikerjakan oleh para jenderal perang dalam membuat rencana untuk memenangkan perang. Strategi merupakan istilah yang banyak dipakai dalam berbagai konteks dengan makna yang tidak selalu sama. Dalam kamusnya Peter Salim dan Yenny Salim mengartikan bahwa strategi adalah rencana cermat tentang suatu kegiatan guna meraih suatu target atau sasaran. Sedangkan pengertian strategi secara umum dapat didefinisikan sebagai garis besar haluan bertindak untuk mencapai sasaran yang telah ditetapkan.
Dalam strategi pendidikan inilah segala perencanaan program sampai dengan pelaksanaannya dirumuskan sehingga output yang diharapkan akan benar-benar sesuai dengan tujuan pendidikan. Oleh karena itu sistem pengelolaan yang baik, efektif dan efisien merupakan persyaratan mutlak yang perlu diwujudkan. Dari uraian diatas dapat disimpulkan yang dimaksud strategi adalah suatu cara atau taktik yang digunakan untuk mencapai suatu sasaran yang efektif dan efisien, dengan melakukan suatu tindakan atau suatu usaha yang telah ditentukan melalui suatu perencanaan.
Pengertian pengembangan menurut kamus besar Bahasa Indonesia adalah proses, cara, perbuatan mengembangkan. Sedangkan pengertian pengembangan kuikulum adalah proses atau cara dalam mengembangkan kurikulum. Pada dasarnya pengembangan kurikulum ialah mengarahkan kurikulum sekarang ke tujuan pendidikan yang diharapkan karena adanya berbagai pengaruh yang sifatnya positif yang datangnya dari luar atau dari dalam sendiri, dengan harapan agar peserta didik dapat menghadapi masa depannya dengan baik.
B. Strategi Pengembangan Kurikulum
Menurut T. Rakjoni strategi pembelajaran merupakan pola dan urutan umum perbuatan guru-siswa dalam mewujudkan kegiatan belajar mengajar untuk mencapai tujuan yang telah ditentukan. Strategi pengembangan kurikulum meliputi empat langkah, yaitu:
1. Merumuskan tujuan pembelajaran (instructional objective)
Tujuan pembelajaran dirumuskan melalui tiga tahap. Pertama, dalam merumuskan tujuan harus memahami tiga sumber yaitu siswa, masyarakat dan konten. Kedua, adalah merumuskan SK berdasarkan landasan sosiologis serta landasan lain berupa landasan filosofi pendidikan dan psikologi belajar. Ketiga, adalah merumuskan kompetensi dasar.
2. Merumuskan dan menyeleksi pengalaman-pengalaman belajar (selection of learning experiences)
Dalam merumuskan dan menyeleksi pengalaman belajar, hal yang harus dilakukan adalah memahami definisi pengalaman belajar dan landasan psikologi belajar. Pengalaman belajar merupakan proses interaksi yang dialami siswa yang kemudian dirumuskan oleh guru untuk mengembangkan proses belajar siswa.
3. Mengorganisasi pengalaman-pengalaman belajar (organization of learning experiences)
Merupakan proses mengatur pengalaman-pengalaman belajar yang sudah dilakukan dan dialami siswa.
4. Mengevaluasi (evaluating)
Evaluasi merupakan proses peninjauan kembali yang bertujuan untuk pertimbangan dan perbaikan strategi pengembangan kurikulum selanjutnya.
C. Peranan Guru dalam Pengembangan Kurikulum
Seorang guru tentunya sangat penting peranannya dalam pengembangan kurikulum, karena tanpa seorang guru, kurikulum tidak bisa diwujudkan. Dalam suatu kegiatan belajar mengajar diperlukan adanya fasilitator, mediator, dan si penerima pesan. Sukses tidaknya suatu kurikulum, jelas akan ditentukan oleh kualitas dan profesionalisme seorang guru. Pengembangan kurikulum dari segi pengelolaanya dibedakan antara yang bersifat sentralisasi, desentralisasi, dan sentral desentral.
a. Peranan guru dalam pengembangan kurikulum yang bersifat sentralisasi.
Disini guru tidak mempunyai peranan dalam perancangan, dan evaluasi yang bersifat makro, mereka berperan dalam kurikulum mikro. Kurikulum makro disusun oleh tim khusus, guru menyusun kurikulum dalam jangka waktu 1 tahun, atau 1 semester. Menjadi tugas guru untuk menyusun dan merumuskan tujuan yang tepat memilih dan menyusun bahan pelajaran sesuai kebutuhan, minat dan tahap perkembangan anak, memiliki metode dan media mengajar yang bervariasi, kurikulum yang tersusun sistematis dan rinci akan memudahkan guru dalam implementasinya.
a. Peranan guru dalam pengembangan kurikulum desentralisasi.
Kurikulum desentralisasi disusun oleh sekolah ataupun kelompok sekolah tertentu dalam suatu wilayah. Pengembangan ini didasarkan atas karakteristik, kebutuhan, perkembangan daerah serta kemampuan sekolah tersebut. Jadi kurikulum terutama isinya sangat beragam, tiap sekolah punya kurikulum sendiri. Peranan guru lebih besart daripada dikelola secara sentralisasi, guru-guru turut berpartisipasi, bukan hanya dalam penjabaran dalam program tahunan/semester/satuan pengajaran, tetapi didalam menyusun kurikulum yang menyeluruh untuk sekolahnya. Disini guru juga bukan hanya berperan sebagai pengguna, tetapi perencana, pemikir, penyusun, pengembang dan juga pelaksana dan evaluator kurikulum.
b. Peranan guru dalam pengembangan kurikulum yang bersifat sentral desentral
Untuk mengatasi kelemahan kedua bentuk kurikulum tersebut, bentuk campuran antara keduanya dapat digunakan yaitu bentuk sentral desentral. dalam kurikulum yang yang dikelola secara sentralisasi desentralisasi mempunyai batas-batas tertentu juga, peranan guru dalam dalam pengembangan kurikulum lebih besar dibandingkan dengan yang dikelola secara sentralisasi. Guru-guru turut berpartisipasi, bukan hanya dalam penjabaraban kurikulum induk ke dalam program tahunan/ semester/ atau satuan pelajaran, tetapi juga di dalam menyusun kurikulum yang menyeluruh untuk sekolahnya. Guru-guru turut memberi andil dalm merumuskan dalam setiap komponen dan unsur dari kurikulum. Dalam kegiatan yang seperti itu, mereka mempunyai perasaan turut memilki kurikulum dan terdorong untuk mengembangkan pengetahuan dan kemampuan dirinya dalam pengembangan kurikulum.
Karena guru-guru sejak awal penyusunan kurikulum telah diikut sertakan, mereka memahami dan benar-benar menguasai kurikulumnya, dengan demikian pelaksanaan kurikulum di dalam kelas akan lebih tepat dan lancar. Guru bukan hanya berperan sebagi pengguna, tetapi perencana, pemikir, penyusun, pengembang dan juga pelaksana dan evaluator kurikulum. Peran sentral guru yang lain adalah bahwa mereka yang harus menyelenggarakan pembelajaran aktif, mengkondisikan peserta didik mendapatkan pengalaman sebanyak-banyaknya baik dalam ranah kognitif, afektif, maupun psikomotorik, dan mengevaluasi peserta didik secara holistik dengan mempertimbangkan kinerja di kelas maupun di luar kelas. Tugas guru tidak hanya sebatas di ruang kelas ketika mengajar saja, namun juga di luar kelas bahkan luar sekolah. Karena begitu banyaknya perhatian yang harus dicurahkan guru dalam menjabarkan sebuah kurikulum, maka ibaratnya diperlukan sosok guru dengan dua karakter sekaligus, yaitu Superman dan Doraemon. Tipe Superman mengindikasikan bahwa diperlukan kekuatan luar biasa dari guru untuk mendidik anak dengan berbagai keunikannya. Idealnya, tidak ada hal yang terlewatkan guru dari perilaku peserta didik. Seharusnya, guru hanya menghadapi 20 orang siswa saja, namun realitasnya dia harus mengajar di banyak kelas dan lebih dari satu mata pelajaran karena keterbatasan sumber daya manusia. Sementara itu, tipe Doraemon menggambarkan bahwa seorang guru harus mampu memberikan alternatif pemecahan terhadap berbagai masalah yang dihadapi siswa, dia harus mampu mengidentifikasi masalah, mendiaknosa, dan memberikan solusinya. Ada juga guru yang untuk menutupi kemalasannya dan ketidakmampuannya menguasai materi memberikan tugas kepada siswa untuk merangkum materi pelajaran atau membuat makalah dengan topik materi pelajaran yang akan diajarkan. Dengan siswa telah membuat rangkuman atau makalah guru menganggap siswa sudah mempelajari materi tersebut dan menganggap siswa sudah mampu menjawab semua pertanyaan yang berkaitan dengan materi tersebut. Guru yang lainnya, untuk menutupi kemalasannya dan kekurangannya, ada yang memanfaatkan otoritasnya dengan bersikap galak kepada siswa.

BAB III
PENUTUP

Kesimpulan
Strategi pengembangan kurikulum ialah rencana atau target yang mengarahkan kurikulum sekarang ke tujuan pendidikan yang diharapkan karena adanya berbagai pengaruh yang sifatnya positif yang datangnya dari luar atau dari dalam sendiri, dengan harapan agar peserta didik dapat menghadapi masa depannya dengan baik.

Daftar Pustaka

Sudjana, Nana. 1996. Pembinaan dan Pengembangan Kurikulum di Sekolah. Bandung: Sinar Biru Algensindo.
Mulyasa. 2009. Kurikulum Yang Disempurnakan: Pengembangan Standar Kompetensi dan Kompetensi Dasar. Bandung: PT Remaja Rosdakarya.
Nana Syaodih. 2005. Pengembangan Kurikulum Teori dan Praktek. Bandung: Remaja Rosda karya.

No comments:

Post a Comment

  Kisi-Kisi Sosiologi Kelas 10 1.      Siswa mengetahui pengertian sosiologi dari para ahli 2.      Siswa mengetahui sifat-sifat sosiolo...